Yekh,
Judulnya cheesy berat yes? Macam tabloid yang isinya orang Korea, hahaha
Abis, main topic-nya memang idola gue, dari SMP yang sangat gue gila-gilai..okay i’m overrated, hahaha
Yang gue mau omongin disini adalah Damon Albarn

Damon Albarn..
Jaman awal gue SMP, adalah eranya brit pop. Dari Blur, Oasis, gitulah mulai merajalela. Meski waktu itu otak anak baru lulus SD belom terlalu bisa mencerna harmonisasi musik *makanya gue juga suka Backstreet Boys di saat yang sama*, gue jatuh cinta sama lagu Song 2-nya Blur. Entah kenapa, lagu itu membangkitkan semangat gue aja. Dan gue suka lagu lain yang serupa seperti Smells Like Teen Spirit-nya Nirvana. Cuma, buat gue, Song 2 lebih manis, lebih ‘cewek’ in my very own version
Lama setelah itu, Blur ngeluarin The Universal. Entah lama, atau gue emang yang o’on karena baru tau itu lagu. Kesan pertama, video klip-nya keren banget! Serba putih dan high-end gitu. Jaman dulu jarang yang kaya gitu. Lagunya pun gue suka banget. Bagian mini orchestra-nya simply bikin gue jatuh hati. Biola dan terompet dalam sebuah lagu ber-genre Brit Pop? What a mess at that time, cool!
Okay, stop the crap lah..Itulah gue dalam menilai lagu. Sok tau, hahaha!
But anyway, that’s how i enjoy the music. Harmonisasinya gilaaak! Keren abis!

Blur them self
Then,hari ini gue kangeeeeen banget sama masa-masa itu. Bukalah Youtube, nonton video klip-nya The Universal. Yang ternyata, versi jaman gue SMP itu banyak dipotong! Karena adegannya terlalu vulgar. Bukan berarti banyak cewek seksi ya. Tapi, ada simbol-simbol hidup yang berubah jadi brengsek, seiring perkembangan global dunia. The Universal.
Disitu gue ngeliat Damon Albarn, sebagai orang yang misterius. Karena otak jenius-nya itu bisa menggambarkan sesuatu tanpa perlu berlebihan. Begitu dia bikin Gorillaz, konsepnya sangat humble menurut gue. Karena, bisa yah, bikin grup band, tapi nggak ada satupun yang tampil dalam keadaan utuh, dalam konser sekalipun. Semua diwakili dengan animasi.
Damon lahir di keluarga pemusik, dan pencatat sejarah. Mungkin itu yang bikin pemikirannya juga sangat kompleks. Musik adalah sarana murni dia buat bersuara. Dan gue selalu salut sama orang yang bisa begini
Hari gini, orang main musik, yang penting image. Rambut dikesampingin semua, di cat blonde, video klip-nya nampilin banyak musisi handal. Buat apa? Kalau musikalitas mereka bobrok, tetap nggak nolong, toh?Musisi baru sekarang juga cuma peduli sama idealisme mereka, image mereka, branding mereka. Tanpa mikirin hal lain.
Damon Albarn, adalah orang yang terus berkampanye tentang perdamaian. Dia menentang rasis bukan dari teriakan protes, tapi langsung dengan aksinya gabung sama orang kulit hitam. Dia menentang perang, langsung dengan terus-terusan ikut festival perdamaian. He’s brilliant, dan tidak hipokrit.
That’s what i like from him
That’s what i call my idol, walaupun Lee Min Ho ganteng juga gue bilang idol sih, hahaha!
Before u stop read this, would you recognize wh’s your idol is? 